GENTEL WOMEN
Cinta…
Mencintai atau dicinta?
Mengharap atau memberi harapan?
Aku tau rasanya mengharapkan
sesuat, menunggu datangnya seseorang. Aku sudah bosan dengan semua itu. Ayah,
dia telah pergi. Dia bilang dia menyayangi kami, karna itu dia harus pergi. Dia
mencari uang dan meninggalkan kami disini, dia bilang tidak ingin membuat kami
kelaparan. Tapi nyatanya kepergiannya membuat kami kelaparan. Kami menunggu
ayah, berharap ayah pulang membawa makanan. Kmi tidak pernah makan siang, hanya
ada sarapan dan makan malam saja. Setiap malam ayah pulang dan membawa makanan
dan kami sisakan makanan itu sebagian untuk sarapan. Begitulah kami hidup,
hingga pada suatu malam kami sedang menunggu ayah sampai larut malam tapi ia
tidak kembali. Kami kelaparan sepanjang hari, memanggil ibu untuk bertanya
apakah ada yang bisa dimakan, namun, belum aku memanggilnya ibuku sudah
menengok. Melihat raut wajahnya yang Nampak sedih aku tidk jadi bertanya. Namun
ibuku mengerti, ia tau apa yang ingin akau katakan sehingga ia berkata. Nak,
bisakah kau sabar sebentar ayahmu mungkin akan pulang nanti. Mendengar ibuku
berkata seperti itu membuatku sadar apakah aku akan terus menunggu? Bagaimana
jika ayah tidak pulang? Namun aku hanya mengatakannya dalam hati. Karna melihat
raut wajah ibuku aku tidak bisa berkata seperti itu padanya. Kemudian aku
keluar aku mencari hal apa yang bisa aku kerjakan untuk mendapatkan uang. Mulai
hari itu aku berusaha untuk bisa mendapatkan uang. Aku dating ke agen koran dan
meminta bergabung sebagai penjul koran.
Waktu itu umurku baru 7 tahun, yah
memang masih muda dan aku belum masuk sekolah. Karna terkendala biaya aku belum
bisa masuk sekolah. Kemudian setelah melihat usahaku itu ibuku juga ikut
berusaha untuk mendapatkan uang. Dan ibuku mulai menjual kue-kue dan makanan
rinan lainnya.
Kami berjuang dengan keras untuk
bisa mendapatkan uang, hingga aku dan adik-adikku bisa masuk sekolah. Kami
semua bekerja keras dan kemudian menjadi terbiasa. terbiasa lelah, terbiasa
dihina, dibully. Aku sudah tidak peduli lagi dengan hal itu.
Namaku Yana, aku biasa dipanggil
Nana, sekarang aku akan menjadi mahasiswa, aku akhirnya lulus setelah tiga kali
mencoba tes masuk perguruan tinggi. Ya memang aku ini tidak terlalu pintar tapi
aku adalah orang yang memiliki semangat psling luar biasa di seluruh dunia.
Ya,
begitulah Nana seorang gadis yang sangat kuat, tidak pernah patah semangat, dan
selalu tertawa. Hingga dia dijuluki “Gentel Woman” pengalaman pahit masa
kecilnya dan penderitaan yang tiada henti dalam hidupnya membuatnya menjadi
tahan bantig. Dia sudah tidak merasakan apa itu kesedihan, baginya hidup ini
akan baik-baik saja jika kita tidak mencari masalah dia tidak pernah ingin
terlibat konflik apapun. itu sebabnya semasa SMA dia ceuk saja wlupun dihina
dan dibully.
Tapi
sekarang Nana memasuki dunia dewasa Ia sudah masuk kuliah di suatu perguruan
tinggi negri di Mataram, Nana dan sahabatnya Dino berkuliah di UIN Mataram.
Mereka sudah bersahabat semenjak masuk SMA, mereka menjadi akrab setelah Nana
membantu Dino saat akan di palak oleh senior mereka sewaktu SMA. Nana memnag
adalah gadis yang tomboy dan tidak pernah takut pada apapun, dan Dino pun
kemudian mulai menjadi pemberani. Persahabatan mereka sangatlah keren, mereka
saling mengerti satu sama lain sehingga jarang sekali ada konflik diantara
mereka. Karna Nana juga orangnya benci pada konflik.
Saat mereka akan lulus dari bangku
SMA Dino berkata pada Nana bahwa saat kuliah besok mereka harus masuk
universitas yang sama dan jurusan yang sama. Kemudian mereka memilih untuk masuk
UIN Mataram dan mengambil jurusan pendidikan Matematika. Dito lolos sleksi
pertama tapi Nana tidak. Hingga akhirnya dia lolos pada sleksi ke tiga. Karna
itu kelas mereka kemudian berbeda.
Bersambung...
Oleh: Asri M
Leave a Comment